DIABETES MELLITUS

Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara adekuat. Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi, meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70 – 110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.

Diabetes mellitus sering disebut dengan the great imitator, yaitu penyakit yang dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Penyakit ini timbul secara perlahan-lahan, sehingga seseorang tidak menyadari adanya berbagai perubahan dalam dirinya. Perubahan seperti minum menjadi lebih banyak, buang air kecil menjadi lebih sering, dan berat badan yang terus menurun, berlangsung cukup lama dan biasanya cenderung tidak diperhatikan, hingga seseorang  memeriksa kadar glukosa darahnya.

Kriteria diagnosis

Kriteria diagnosis Diabetes Melitus yaitu:

  1. Seseorang menderita gejala khas beserta keluhan seperti polifagi, polidipsi dan poliuri ditambah dengan kadar glukosa darah sewaktu lebih besar atau sama dengan 200 mg/dl.
  2. Seseorang memiliki kadar glukosa darah puasa lebih besar atau sama dengan 126 mg/dl sebanyak 2 kali pemeriksaan pada saat yang berbeda.

Bila hasil pemeriksaan gula darah meragukan, pemeriksaan TTGO diperlukan untuk memastikan diagnosis DM.Untuk diagnosis DM dan gangguan toleransi glukosa lainnya diperiksa glukosa darah 2 jam setelah beban glukosa. Sekurang-kurangnya diperlukan kadar glukosa darah 2 kali abnormal untuk konfirmasi diagnosis DM pada hari yang lain atau TTGO abnormal.

Penatalaksanaan

Dalam jangka pendek penatalaksanaan DM bertujuan untuk menghilangkan keluhan/gejala DM. Sedangkan tujuan jangka panjangnya adalah untuk mencegah komplikasi. Tujuan tersebut dilaksanakan dengan cara menormalkan kadar glukosa, lipid dan insulin. Untuk mempermudah tercapainya tujuan tersebut kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pengelolaan pasien secara holistik dan mengajarkan secara mandiri.

Kerangka utama penatalaksanaan DM yaitu :

1. Perencanaan makan (meal planning)

Pada konsensus Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) telah ditetapkan bahwa standar yang dianjurkan adalah santapan dengan komposisi seimbang berupa karbohidrat (60 – 70%), protein (10 – 15%), dan lemak (20 – 25%). Jumlah kalori disesuaikan dengan pertumbuhan, status gizi, umur, stres akut dan kegiatan jasmani untuk mencapai BB ideal. Jumlah kandungan kolesterol < 300 mg/hari. Jumlah kandungan serat ± 25 g/hari, diutamakan jenis serat larut. Konsumsi garam dibatasi bila terdapat hipertensi.

2. Latihan jasmani

Dianjurkan latihan jasmani teratur, 3 – 4 kali tiap minggu selama ± ½ jam yang sifatnya sesuai CRIPE (Continous, Rhytmical, Interval, Progressive, Endurance training). Latihan dilakukan terus-menerus tanpa berhenti, otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, selang-seling antara gerak cepat dan lembat, berangsur-angsur dari sedikit ke latihan yang berat secara bertahap dan bertahan dalam waktu tertentu. Latihan yang dapat dilakukan seperti jalan kaki, jogging, renang, bersepeda dan mendayung.

3. Obat hipoglikemik

Obat hipoglikemik oral

1) Sulfonilurea

Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan cara :

  • menstimulasi pelepasan insulin yang tersimpan
  • menurunkan ambang sekresi insulin
  • meningkatkan sekresi insulin sebagai akibat rangsangan glukosa

Obat golongan ini biasanya diberikan pada pasien dengan BB normal dan masih bisa dipakai pada pasien dengan BB sedikit lebih.

Klorpropamid kurang dianjurkan pada kondisi insufisiensi renal dan orang tua karena resiko hipoglikemia yang berkepanjangan, demikian juga glibenklamid. Untuk orang tua dianjurkan preparat dengan waktu kerja pendek (tolbutamid, glikuidon). Glikuidon juga diberikan pada pasien DM dengan gangguan fungsi ginjal atau hati ringan.

2) Biguanid

Biguanid menurunkan kadar glukosa darah tapi tidak sampai normal. Preparat yang ada dan aman adalah metformin. Obat ini dianjurkan untuk pasien gemuk (BMI > 30) sebagai obat tunggal. Pada pasien dengan dengan BB lebih (BMI 27 – 30), dapat dikombinasi dengan obat golongan sufonilurea.

3) Inhibitor α glukosidase

Obat ini bekerja secara kompetitif menghambat kerja enzim α glukosidase di dalam saluran cerna, sehingga menurunkan penyerapan glukosa dan menurunkan hiperglikemia post pandrial.

4) Insulin sensitizing agent

Thiazolidinediones adalah golongan obat baru yang mempunyai efek farmakologi meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga bisa mengatasi masalah resistensi insulin dan berbagai masalah akibat resistensi insulin tanpa menyebabkan hipoglikemia.

Diet Penderita DM Ingat 3 J:

a. Jadwal makan

  • Makanan utama
  • Makanan selingan

b. Jumlah

  • Energi (kcal)
  • Protein, lemak, CHO & zat gizi lain

c. Jenis makanan

  • Jenis tertentu terbatas seperti gula sederhana, madu dan sirup

Syarat diet DM

1. Kebutuhan kalori

– Cukup untuk mempertahankan BB, pertumbuhan, dan perkembangan

– Jumlah kalori sesuai dengan BB, umur, jenis kelamin dan aktivitas

Catatan:

Ada 2 macam cara perhitungan energy pada pasien DM, yaitu:

  • Cara Du Bois : dihitung dengan melihat BMR, Koreksi tidur, koreksi suhu, koreksi umur, aktifitas, SDA, serta penyembuhannya
  • Cara Harris Benedict : yang dipertimbangkan adalah kalori basal, aktivitasnya (sangat ringan, ringan, sedang, berat, berat, berat sekali), dan factor stress (ringan, sedang, berat).

Asupan makan penderita DM :

a. Karbohidrat

–   Konsensus DM 60 – 70 % total kalori (tahun 2003), sekarang menurut          PERKENI 2006 kebutuhan karbohidrat untuk diabetisi adalah 50 – 60 % dari  total kalori yang dibutuhkan.

–   ADA 50 – 60 % total kalori

–   Diet B dan B1 Surabaya 68 % total kalori dan 60 % total kalori

Catatan:

Hindari karbohidrat sederhana,namun karbohidrat kompleks pun hanya sesuai dengan kebutuhan saja.

b. Protein

–   Konsensus DM : 10 – 15 % total kalori (max 20% bagi TKTP)

–   Khusus ibu / menyusui dan anak : 20 %

–   Nephropaty diabetik : 0.5 – 1.2 g / kg BB / hr (tergantung tingkatan klinik)

–   Peritoneal dialysis : 1,2 g/kg BB

–   Hemodialisis : 1 g/kg BB

c. Lemak

– Konsensus DM : 20 – 25 % total kalori

– MUFA tinggi, pembatasan PUFA dan SAFA

– Kolesterol : < 300 mg / hr

d. Vitamin dan mineral

– Seperti populasi umum kecuali pada DM dengan hipertensi maka natrium    dibatasi

e. Serat

– Kandungan serat + 25 gr/ hari

f. Gula

– Tidak lebih dari 5% dari total kalori /hari

Yang Perlu dimonitor pada penderita DM adalah:

  • Berat badan        BB memadai
  • Tercapainya kontrol metabolik
  • Kadar- kadar yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Sebelas petunjuk  hidup sehat diabetisi

  1. Glucose: batasi gula: too much sugar is disease
  2. Lipid: usahakan diserable-lipid triad, cegah dislipidemia
  3. Uric acid: batasi makanan tinggi purin u/ cegah      hiperurisemia & agregasi trombosist
  4. Cigarette: stop merokok
  5. Obesity: cegah kegemukan: IMT< 25 atau BBR < 110%
  6. Stress: tidur min 6 jam sehari u/ redam stres
  7. Alcohol abuse: stop minum alkohol
  8. Hypertension: cegah konsumsi garam berlebih
  9. Inactivity: gerak badan teratur
  10. Regular check-up terutama u/ usia > 40 tahun
  11. Kumur2 sesudah makan: sisa makanan sebagai sumber infeksi

Indeks glikemik makanan

Indeks Glikemik adalah angka yang menunjukkan potensi peningkatan glukosa darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingkatan atau rangking pangan menurut efeknya terhadap kadar glukosa darah

Karbohidrat yang dipecah dengan lambat akan memiliki indeks glikemik rendah sehingga melepaskan glukosa kedalam darah. Indeks glikemik murni ditetapkan 100 dan digunakan sebagai acuan untuk penentuan IG pangan lain (Rimbawan, 2004)

Katagori pangan menurut rentang IG yaitu :
1) IG rendah, rentang IG < 55 diantaranya : Yougort rendah lemak, kacang tanah, jeruk besar, susu kedelai, apel, pear, macaroni, jus nenas, roti pisang, pisang, ubi jalar, dan lain sebagainya.
2) IG sedang, rentang IG 55 – 70 diantaranya : beras merah, nasi putih, es krim, kismis, gula meja, nenas, roti putih, dan lain-lain
3) IG tinggi, rentang IG > 70 diantaranya : wortel, semangka, madu, rice instant, corn flakes, dan lain-lain (Eka P, 2003)

Sumber :

Almatsier, Sunita. 2006. Penuntun Diet Edisi Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

American Association of Clinical Endocrinologist, 2002, Medical Guidelines for the Management of Diabetes Mellitus The AACE System of Intensive Diabetes Self Management, Unites States of America

Asdie, A. H., 2000, Patogenesis dan Terapi Diabetes Mellitus Tipe 2, Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta

Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), 1998. Konsensus Pengelolaan Diabetes Mellitus di Indonesia, Jakarta

Soegondo, Sidartawan. 2008. Hidup secara mandiri dengan diabetes mellitus, kencing manis, sakit gula. FK UI : Jakarta.

Waspadji, S. 2007. Pedoman diet Diabetes Mellitus. FKUI: Jakarta.

http://id.wikipedia.org/wiki/Indeks_Glikemik

http://penelitian-indeks-glikemik.blogspot.com/

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s